Saturday, November 10, 2007

*Kampanye Terbuka Akil-Mecer di lapangan Baning Sintang

“Sang Pejuang Menang”

Andry
Borneo Tribune, Sintang

Saya takjub melihat lapangan bola Baning di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang seketika berubah menjadi lautan manusia. Terik matahari yang menyengat dan membakar kulit, tak dihiraukan. Massa kampanye yang menghadiri kampanye terbuka ‘Sang Pejuang’ pasangan gubernur dan wakil gubernur Kalbar, duet Akil-Mecer, tak kurang dari 85.000 jiwa.

Lapangan bola itu tak ada ruang kosong bagi kaki untuk menginjakkan diri ke tanah. Mereka hadir dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sintang. Seperti, Kecamatan Sintang, Kelam Permai, Sungai Tebelian, Binjai, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Serawai, Ambalau, Ketungau Tengah, Ketungau Hilir, Ketungau Hulu, Sepauk dan Tebuna.

Belasan truk tampak hilir mudik mengantarkan massa ke lokasi kegiatan. Mereka hadir dengan beragam atribut kampanye. Ada baju kaos, selayer, topi, pin, sepanduk, bendera dan lainnya. Semua bergambar Akil-Mecer. Kehadirannya pun diiringi dengan yel-yel ‘hidup Akil-Mecer’. Ada pula yang melantunkan ‘Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya, yang punya kita semua’. Dan ada pula yang berjingkrak-jingkrak seraya mengibar-ngibarkan bendera bergambar ‘Sang Pejuang’ Akil-Mecer di atas truk.

Setibanya di lapangan Baning, massa langsung merangsek dan memenuhi muka panggung. Yang kala itu sedang dihibur oleh artis dari Kota Sintang. Yel-yel dan pekikan-pekikan ‘Hidup Akil-Mecer’ semakin lantang dan nyaring terdengar. Suara-suara itu, seakan-akan terus menelusuri setiap jengkal sudut lapangan itu.

Saya kembali heran, massa yang tumpah ruah dan berteriak sembari berjingkrak-jingkrak, namun tetap tertib dan turut menjaga situasi kampanye agar tetap terjaga. Mereka tak pernah mundur, walau sejengkal pun untuk memberikan dukungan kepada ‘Sang Pejuang’ Akil-Mecer. Mereka rindu dengan pemimpin yang berani dan cerdas, serta populer di mata mereka. Spirit itulah yang membuat mereka patuh dan tertib. Tak terjadi apapun. “Ini baru damai. Ini baru militan,” gumamku dalam hati.

Pukul 14.00 WIB, ‘Sang Pejuang’ duet Akil-Mecer hadir bersama 3 biduan cantik dari Jakarta. Ada Evi Tamala, Ria KDI dan Ria Kondang In. Tiga penyanyi ini selalu menyemarakkan kampanye dan menghibur massa kampanye Akil-Mecer. Tampak pula Ketua Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu, Drs. Silvianus Sungkalang, Ketua PPDI Kalbar, H Darwis Abu Bakar, Ketua PKPI Kalbar, Drs. H Salman Djiban, Ketua Partai Pelopor Kalbar, Rapael Sahyudi, SH dan Ketua DPD PATRI Kalbar, Akhmadi, S.Pd, Jumat (9/11) kemarin.

Dalam orasi politiknya, ‘Sang Pejuang’ Akil Mochtar mengemukakan pertanyaannya kepada massa kampanye yang hadir. Mengapa mereka perlu memilih gubernur baru? Seketika massa yang hadir di muka, serentak menyatakan, “Karena kami rakyat Kalbar masih miskin dan tertinggal dari daerah lainnya,” seru massa secara serentak. ‘Sang Pejuang’ lantas menjawab, “Baguslah kalau saudara-saudara saya telah cerdas, dan mengetahui persoalan yang saat ini masih menyelimuti Kalbar,” kata Akil.

Untuk itu, ia mengajak massa untuk menyatukan tekad dan tujuan bersama. Satukan langkah, lakukan perubahan untuk rakyat Kalbar,” seketika itu, pula massa berteriak kompak, “Hidup Akil Mochtar Sang Pejuang rakyat kecil.”

‘Sang Pejuang’, menegaskan, manakala duet Akil-Mecer terpilih menjadi pasangan gubernur dan wakil gubernur Kalbar, maka pendidikan dan kesehatan di Kalbar akan gratis. Itu sudah harga mati baginya, untuk menunjang kesejahteraan rakyat Kalbar. Ia menambahkan, selama 62 tahun Indonesia merdeka, sudah semestinya rakyat merasakan pendidikan dan kesehatan gratis.

Hal itu sangat penting dan merupakan kebutuhan nyata rakyat Kalbar. “Insya Allah, jika rakyat percaya dengan saya dan Pak Mecer, maka hal itu langsung kami buktikan. Langsung kami buktikan. Maka dari itu pilih pasangan pejuang, Akil-Mecer pada 15 November nanti. Maka Kalbar akan berubah ke arah lebih baik,” serunya dengan tegas. Orasinya menggelorakan massa yang berada di muka panggung, dan membuat massa menjadi terbakar emosi dengan luapan teriakan histeris. “Hidup Akil Mochtar.”

Persoalan listrik dan jalan juga sempat disinggung oleh ‘Sang Pejuang’. Ia dengan lugas mengatakan, apabila duet Akil-Mecer dipercayakan memimpin Kalbar 5 tahun kedepan, maka persoalan listrik untuk 5 tahun kedepan dijamin tidak akan mati. Sedangkan persoalan jalan yang masih mendera rakyat Kalbar, satu demi satu jalan-jalan yang rusak akan segera diperbaiki. Agar masyarakat bisa meningkatkan taraf hidup dan menikmati jalan sebagai pendongkrak perekonomian rakyat Kalbar. “Kami tidak mau berjanji. Tetapi kami akan membuktikan itu apabila masyarakat percaya kepada kami,” tegas Akil.

‘Sang Pejuang’ AR Mecer juga didaulat untuk berorasi politik di hadapan puluhan ribu massa kampanye. Ia mengatakan, ibarat orang yang hendak mencari ikan, duet Akil-Mecer telah mempunyai beragam alat tersebut, seperti pancing, jala, pukat dan lainnya. “Kami telah mempunyai alat berupa Credit Union (CU) untuk membantu perekonomian rakyat Kalbar. Apabila kami dipercaya rakyat untuk memimpin Kalbar, maka alat kami langsung digerakkan untuk membantu perekonomian rakyat kecil,” kata Mecer.

Ia berkata, sebelum menjadi gubernur saja, ia telah berjuang membantu perekonomian rakyat kecil. Dan itu telah terbukti. Apalagi kalau menjadi wakil gubernur Kalbar. Tentu akan semakin banyak membantu perekonomian rakyat Kalbar. Massa yang mendengar langsung menyambutnya dengan riuh tepukan.

Ketua Tim Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu Kabupaten Sintang, Ahmad Sutarmin, S. Hut, MM, juga menyempatkan diri menyampaikan orasi politik. Ia mengatakan, apabila di Kalbar terjadi perubahan pucuk pimpinan atau gubernur baru, maka perubahan di Kalbar akan terjadi. Sehingga Kalbar semakin bergerak maju, mengejar ketertinggalannya dari daerah lain di Indonesia.

Sutarmin menambahkan, Kalbar akan maju bila dipimpin oleh pemimpin yang cerdas dan berani melakukan terobosan-terobosan cerdas, guna meraih solusi cerdas bagi rakyat Kalbar.

“Mari satukan langkah lakukan perubahan di bumi Kalimantan Barat dengan memilih ‘Sang Pejuang’ Akil-Mecer pada 15 November mendatang,” pungkas Ahmad Sutarmin.□

No comments: