Saturday, November 10, 2007

Kampanye Akil-Mecer

Hadirkan Massa Paling Spektakuler
Endang Kusmiyati

Borneo Tribune, Sintang.
Puluhan ribu massa kembali memadati lapangan stadion Baning Sintang, Jumat (9/11) siang. Kali ini massa yang berkumpul di stadion utama Sintang ini, jumlahnya lebih banyak dan spektakuler, bila dibandingkan dengan kampanye pasangan kandidat lainnya. Massa pendukung Akil-Mecer datang dari berbagai daerah yang tersebar dari berbagai penjuru di Sintang. Apalagi kampanye Akil-Mecer merupakan kampanye terakhir bagi pasangan kandidat calon kepala daerah.

Berbeda dengan pasangan kandidat kepala daerah yang lain, yang selalu membuka kampanye dengan acara secara ceremonial. Akil yang mengaku lebih dekat dengan masyarakat karena telah berkunjung ke sekitar 1439 desa yang terdapat di Kalbar, langsung memanggil setiap jurkam yang telah ditentukan.

Di hadapan masanya, Akil meneriakan bahwa kemiskinan masih melanda Kalbar. Padahal, Kalbar mempunyai potensi sumber daya alam luar biasa. “Masyarakat Kalbar ini bagai ayam mati di lumbung padi,” teriaknya.

Terhadap kondisi tersebut, menurutnya diperlukan seorang pemimpin yang cerdas, inovatif dan kreatif. Ia juga mengatakan, bahwa apa yang akan diberikan kepada masyarakat adalah, sesuatu yang riil. Dalam hal kemiskinan, menurutnya pasanganya AR. Mecer tidak diragukan lagi dalam usahanya mengembangkan ekonomi rakyat. Yaitu dengan pengembangan credit union (CU) yang kini telah meraksasa di bumi Kalbar ini. Solusi lain yang disampaikan di hadapan puluhan ribu massanya adalah, masalah pendidikan.

Menurutnya, pendidikan yang bisa mengentaskan masalah kemiskinan.
“Sudah 62 tahun Negara kita merdeka, tapi di Kalbar ini 70 persen penduduknya baru tamat sekolah dasar,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menjanjikan akan memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat Kalbar, hingga tamat SMA. Pendidikan gratis, buku bermutu dan jenjang pendidikan lebih tinggi. Menurutnya, jawaban atas berbagai persoalan pembangunan dan sosial di Kalbar ini.

Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi Kalbar yang masih peringkat 3 provinsi termiskin di tanah air. Padahal, bila dibandingkan dengan provinsi lain, Kalbar jauh memiliki potensi yang lebih besar.

Terkait masalah pemekaran, ia juga meyakinkan warga Sintang, bahwa pemekaran Kapuas Raya menjadi prioritas program yang akan diperjuangkan. Hal itu telah dibuktikan dengan perjuangannya memekarkan Kabuparten Melawi dari Kabupaten Sintang.
Sementara AR Mecer atau yang lebih dikenal sebagai Pak Uban mengatakan, bahwa ibarat hendak pergi memancing ikan, dirinya dan Akil Mochtar tidak mungkin bisa mendapatkan ikan, jika tanpa membawa perlengkapan menangkap ikan.
“Betul tidak?” katanya.

Pertanyaannya langsung dijawab dengan pernyataan “betul” secara kompak oleh para pendukungnya. Ia menjelaskan, untuk memimpin Kalbar, tidak mungkin dirinya dan Akil Mochtar tidak mempunyai modal dan perencanaan yang bagus.

Ia juga menegaskan, bahwa perjuangan dan pembangunan yang akan dilakukan, semuanya diniatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.
Hal itu telah ia buktikan dengan credit union. Credit union menurutnya adalah instrumen pembangunan, untuk mensejahterakan rakyat.

Jurkam lain yang juga menyampaikan orasinya adalah Ahmadi, ketua Persatuan Anak Transmigran (PATRI). Di hadapan pendukung Akil yang juga didukungnya secara lembaga, ia mengatakan bahwa Akil adalah gubernurnya warga transmigran. Ia juga mengatakan, Akil adalah satu-satunya calon gubernur yang mengerti, tahu dan ikut merasakan kesusahan warga transmigran.

“Bapak-bapak, Ibu-ibu mohon nyuwon dukungan buat Bapak Akil-Mecer. Mboten wonten calon lain ingkang didukung warga transmigran, selain pasangan nomor tigo,” tegasnya.

Puluhan ribu massa yang memadati lapangan bola stadion Baning semakin semangat dan turut bergoyang dengan iringan lagu. Yang dinyanyikan oleh artis ibu kota, Evie Tamala, Ria Kondang In, dan Ria KDI. Dengan tiga jari tangan teracung ke atas, seperti tanda jari yang digunakan oleh para anak-anak metal.

Massa semakin kencang bergoyang dan melompat-lompat. Sekitar pukul 16.00 wib, kampanye berakhir. Seiring itu juga, tetes-tetes hujan turun membasahi bumi Sintang. Puluhan truk pengangkut massa beriringan memadati jalan stadion Baning menuju jalan lintas Melawi. Akibat banyaknya truk pengangkut massa, laju lalu lintas di jalan utama Kota Sintang, bergerak dengan lambat.

Akil-Mecer, benar-benar menghadirkan massa terspektakuler di bumi Senentang Merah, di antara calon lainnya.□

No comments: