Sunday, November 4, 2007

Akil-Mecer Disambut Bagai Pahlawan

Kampanye Terbuka di Pemangkat

Andry
Borneo Tribune, Pemangkat
Saya seperti terpana. Melihat lautan manusia yang berada di hadapan saya. Bagaimana tidak. Seolah tak ada celah untuk berdiri. Semua warga berdiri merapat. Seolah tak ada celah untuk bergerak. Namun, warga berjejer dengan tertib. Tak ada keributan atau senggol-senggolan. Area sepanjang lima puluh meter lebih itu, penuh dan sesak oleh manusia.

Tak hanya itu. Warga dengan sabar menanti dan mengikuti kegiatan kampanye yang dilakukan. Lima belas menit sebelum kedatangan Akil-Mecer, warga memberikan yel-yel dengan suara lantang dan bersemangat. “Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya. Yang punya kita semua.”

Itulah pemandangan dan situasi kampanye dari Akil-Mecer di daerah pesisir utara. Usai menghebohkan Kota Sambas, ‘Sang Pejuang’ calon gubernur nomor urut tiga, HM. Akil Mochtar, SH, MH, kembali membius warga Pemangkat. Sekitar tiga puluh ribu warga Pemangkat, tumpah ruah di lokasi kegiatan kampanye. Kerinduan warga untuk perubahan, membuatnya turun ke jalan mendukung gerak langkah Sang Pejuang ‘Akil-Mecer’ dalam menyatukan langkah, melakukan perubahan di bumi Borneo Barat, Sabtu (3/11) kemarin.

Lokasi kegiatan yang tidak begitu besar, tidak mampu menampung massa yang hadir. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa sudah membludak di arena kampanye. Hiburan rakyat terus digulirkan sembari menanti kehadiran Sang Pejuang, Akil Mochtar. “Sebentar lagi, kita akan melihat langsung wajah calon gubernur nomor urut tiga, Akil Mochtar,” teriak pembawa acara dari atas pentas.

Massa juga sudah bersiap-siap menyambut kehadiran Akil Mochtar, jauh dari pentas. Mereka menggelar konvoi jalan raya untuk mengiring calon pujaannya, seraya membawa beragam atribut berupa bendera, slayer, stiker, spanduk dan lainnya. Begitu diinformasikan kalau rombongan Akil Mochtar akan memasuki Kota Pemangkat, massa semakin bersemangat dan terus menggelorakan yel-yel ‘hidup Akil-Mecer’.

Warga berhamburan ke luar dan membuat barisan di sepanjang jalan raya. Ada yang melambai-lambaikan jemari menyerupai simbol anak muda, ‘metal’. Ada pula yang mengibarkan bendera, seraya berjingkrak-jingkrak. Pun ada yang tak henti-hentinya mengelu-elukan nama Akil Mochtar. Mereka sangat mengenal sosok Akil yang menjadi calon gubernur nomor urut tiga. Orang begitu akrab dengan pasangan cagub-cawagub ini, seraya menegaskan, “Siap memilih Akil-Mecer,” ujar mereka.

Melihat masyarakat menyambutnya dengan hangat dan penuh semangat, Akil pun membalasnya dengan lambaian tangan. Ia menyunggingkan senyum pada yang hadir. Warga pun senang. Wajah Akil sudah melekat di hati warga Pemangkat. Tak heran, jika mereka memantapkan pilihannya pada 15 November mendatang pada pasangan: Akil-Mecer, pasangan dengan nomor urut tiga.

Kehadiran tiga artis ibu kota, semakin menambah semaraknya kampanye terbuka Akil-Mecer di Kota Pemangkat. Belum lagi kehadiran dua artis dari ibu kota propinsi, Pontianak. Tiga biduan cantik dari ibukota Jakarta, Evi Tamala, Ria dan Lusi KDI, juga hadir. Semuanya melantunkan tembang-tembang favorit yang akrab dan dikenal masyarakat Pemangkat. Ditambah lagi, Akil didaulat para artis, untuk bersama-sama berjoget guna menghibur masyarakat.

Kampanye terbuka ini tidak hanya menghadirkan Akil Mochtar. Ada beberapa juru kampanye lainnya. Di antaranya, Ust. Drs. H. Hadari H. Majri, Ketua DPW PBB Kalbar, H. Busnizar Samudi. Ketua DPD PPDI Kalbar, Darwis Abubakar. Tak hanya itu, beberapa juru kampanye dari Kabupaten Sambas dan Kota Pemangkat, juga turut berorasi. Semuanya siap untuk memenangkan pasangan Akil-Mecer. “Kami butuh gubernur baru. Kami ingin perubahan,” teriak massa.

Di hadapan puluhan ribu massa, Akil memaparkan programnya. Di antaranya, perbaikan sarana sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, penyediaan buku-buku berkualitas, wajib belajar 12 tahun. “Kalau ingin ada perubahan. Jangan lupa tanggal 15 November nanti, coblos nomor tiga,” seru Akil yang disambut histeria konstituennya.

Akil juga berkomitmen membantu masyarakat dengan memberikan sertifikat gratis bagi petani. “Lahan petani saat ini belum memiliki kekuatan hukum. Sehingga tidak jarang petani selalu kalah, ketika berurusan dengan hukum. Ke depan, kita akan berikan sertifikat gratis bagi petani, sehingga memiliki kekuatan hukum,” ujarnya lagi.

Juru kampanye seperti Busnizar Samudi, ketua DPW PBB Kalbar, memberi alasan ketika partainya memilih dan mengusung pasangan Akil-Mecer. Dia juga sepakat dengan Akil-Mecer, untuk melakukan perubahan di daerah ini. Kita tahu, Kalbar yang kaya ini, sangat miskin dari propinsi lain di Kalimantan. “Kita tidak ingin terus begini. Karena itu, kami percaya, Akil-Mecer bisa membawa perubahan bagi Kalbar. Mari kita bersatu, coblos nomor urut tiga. Menangkan Akil-Mecer,” teriak Busnizar.

Puluhan ribu massa terus bergoyang. Evi Tamala, artis ibu kota juga mengajak masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada Akil-Mecer. “Siap apa tidak untuk memilih Akil-Mecer? Siap mencoblos nomor tiga?” tanya Evi melalui pengeras suara. “Siap. Kami pasti memilih Akil-Mecer. Kami pasti coblos nomor tiga,” sahut massa yang hadir dalam kampanye tersebut.□

Foto AMC

No comments: