Sunday, November 4, 2007

Asa Bagimu ‘Sang Pejuang’

Wong Cilik Tumpahkan Harapan

Andry
Borneo Tribune, Sambas

Sejuta asa tertuju pada ‘Sang Pejuang’Akil-Mecer. Secercah harapan mulai tumpah seraya membanjiri gerbong perubahan untuk segera menyatukan langkah lakukan perubahan di bumi Borneo Barat. Jeritan dan tangis rakyat tak sanggup untuk ditepiskan. Penderitaan rakyat tak mungkin dibiarkan tergerus seiring sombongnya detakan waktu penantian. Besar harapan mereka padamu ‘Sang Pejuang’. Agar secepatnya melakukan perubahan. Demi derita yang tak kunjung padam.

Di balik gemuruhnya genderang kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar yang telah ditabuh sejak 29 Oktober, lalu. Seiring pula meriahnya pesta akbar demokrasi 15 November mendatang. Tersirat sejuta asa dan harapan dari ‘wong cilik’ yang tertuju kepada Sang Pejuang. Aling (23), dara Pemangkat keturunan Tionghoa memberikan harapannya pada Akil-Mecer. “Supaya Pemangkat lebih maju,” katanya. Sama halnya dengan Anita (36), pramusaji hotel Pantura Jaya. “Pak Akil. Tolong be perjuangkan nasib kite-kite. Kite semue di sito’ pasti mileh nomor tige,” kata Anita dengan logat khas Sambas.

Lain halnya dengan Indrayadi (29). Seorang kuli bangunan di Kota Sambas. Siang itu, ia bertelanjang dada dan mempertontonkan tubuhnya yang legam terbakar matahari. “Kite mengharapkan Pak Akil, bise menyediakan lapangan pekerjaan untuk kite-kite,” kata Indradi. Begitu pun dengan Rudi (19) yang berprofesi serupa. Ia mengatakan, “Terserah kate Pak Akil. Yang penting kame’ ndaan susah mencare’ makan. Ito’ aja’ be,” paparnya.

Sementara itu, para pedagang kaki lima yang berjualan di dalam lapangan bola Gabsis Sambas, kala Akil melangsungkan kampanye terbuka, juga tak mau ketinggalan menyampaikan keinginan mereka pada ‘Sang Pejuang’.

Arifin (54) mengatakan, ia mempercayakan sepenuhnya kemajuan Kalbar di tangan Akil-Mecer. “Ape aja’ boleh yang penting Kalbar bise maju. Ito’ aja be,” tuturnya. Sama halnya dengan Ango (47), yang merupakan istri Arifin. Ia menuturkan, “Rakyat kecil harus diperhatikan. Sambas harus diperhatikan jua,” katanya.

Nek Aki Amat (63), mantan penambang sampan yang biasa mangkal di bibir sungai Keraton Sambas mengatakan, “Pak Akil orang muda yang cerdas dan patuh akan janji-janji. Dia sering mengunjungi Sambas dan daerah lainnya, untuk menyerap sembari mendengarkan beragam keluhan rakyat kecil. “Saye mendukungmu Pak Akil Mochtar. Perjuangkanlah nasib urang-urang kite,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca menahan keharuan.

Begitu juga dengan harapan A Liau (47), pemilik warung kopi di pasar Sambas. Ia tak banyak menaruhkan harapan. “Yang penting daerah ini aman. Ndaan usah ade kerusuhan age’,” katanya. Lain halnya dengan Jumri (25), tukang parkir di seputaran lapangan Gabsis. Ia berharap agar Akil-Mecer dapat memperhatikan sekaligus membuka peluang pekerjaan, bagi orang-orang yang se-profesi dengan dirinya.

“Tolong Pak Akil. Berikan kami pekerjaan. Apa saja. Yang penting kami bisa mendapat penghasilan tetap setiap bulannya,” harapnya.

Begitu banyak warga mengharapkan keinginan mereka pada Akil dan Mecer. Warga tahu, dengan dua orang itulah harapan mereka bakal terwujud.□

Foto AMC

No comments: