Monday, November 5, 2007

Kampanye Terbuka Duet Akil-Mecer

Kampanye Terbuka Duet Akil-Mecer


Andry
Borneo Tribune, Sekura
Lautan manusia menyemut. Semua berdiri dan berjajar rapi mengikuti kegiatan kampanye yang diselenggarakan pasangan nomor urut 3, Akil Mochtar dan AR Mecer. Warga tak menghiraukan panas menyengat. Semua demi mengikuti Sang Pejuang.

Lapangan Bola Namida di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, seketika menjadi lautan manusia. Tak kurang dari 25.000 jiwa, tumpah ruah menyambut kehadiran Akil-Mecer yang menggelar kampanye terbuka.

Raungan suara knalpot mobil dari truk terasa memekakkan teling saya, kala belasan truk hilir mudik mengangkut massa dari 5 kecamatan di Paloh, Galing, Sajingan, Tangaran dan Teluk Keramat. Semua menuju satu titik.

Tak hanya itu, massa juga diangkut dengan menggunakan sarana transportasi air. Dengan menggunakan belasan motor air yang membawa konstituen ‘Sang Pejuang’ dari pelosok Sekura dan sekitarnya. Beragam atribut menyertai kehadiran warga. Ada bendera, spanduk, slayer, stiker dan banyak lagi atribut lainnya. Mereka tak henti-hentinya melantunkan yel-yel ‘Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya, yang punya kita semua’, katanya dengan riang gembira.

Massa yang hadir tidak semuanya langsung menuju ke lokasi kampanye. Namun, banyak di antara mereka yang memilih berbaris di sepanjang ruas-ruas jalan yang menuju ke area lokasi kegiatan. Konstituen ‘Sang Pejuang’ itu ada yang mengibarkan bendera, melambaikan tangan dengan mengacungkan jemari yang membentuk metal. Ada pula yang memilih berlindung di bawah pohon nan rindang ,seraya bersembunyi dari teriknya sengatan matahari. Namun, massa tetap menjaga situasi dan kondisi, serta berprilaku tertib sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Hal itu tentu tidak terlepas dari sigapnya aparat keamanan di dalam melakukan proses pengamanan.

Pukul 09.50 WIB, raungan sirine seakan menggerayangi kecamatan itu. Dari kejauhan tampak rombongan Akil dikawal ketat oleh aparat keamanan. ‘Sang Pejuang’ terlihat melambai-lambaikan tangannya dari kaca jendela mobil yang ditumpanginya. Dengan ramah, ia menyapa puluhan ribu massanya yang berbaris menanti kehadirannya. Akil juga membawa 2 biduan cantik dari ibukota, Evi Tamala dan Ria KDI. Turut pula artis Kota Pontianak, Reni dan Umi, guna menghiburkan massa.

Di hadapan puluhan ribu massa, Akil memaparkan programnya. Di antaranya, perbaikan sarana sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, penyediaan buku-buku berkualitas, wajib belajar 12 tahun. “Kalau ingin ada perubahan. Jangan lupa tanggal 15 nanti, coblos nomor tiga,” seru Akil yang disambut histeria konstituennya.

Akil juga berkomitmen untuk membantu masyarakat dengan memberikan sertifikat gratis bagi petani. “Lahan petani saat ini belum memiliki kekuatan hokum. Sehingga tidak jarang petani selalu kalah, ketika berurusan dengan hukum. Kedepan, kita akan berikan sertifikat gratis bagi petani, sehingga memiliki kekuatan hukum,” ujarnya lagi.

Juru kampanye Busnizar Samudi, Ketua DPW PBB Kalbar, memberi alasan ketika partainya memilih mengusung pasangan Akil-Mecer. “Kami juga sepakat dengan Akil-Mecer untuk melakukan perubahan di daerah ini,” teriak Busnizar.

Menurutnya, Kalbar kaya dari segi sumber dya alam. Namun, Kalbar sangat miskin. Bahkan, dari 4 propinsi di Kalimantan, Kalbar paling miskin. Dari semua propinsi di Indonesia, Kalbar nomor tiga terakhir. Artinya, Kalbar tertinggal.

“Kita tidak ingin terus begini. Karena itu, kami percaya, Akil-Mecer bisa membawa perubahan bagi Kalbar. Mari kita bersatu, coblos nomor urut tiga. Menangkan Akil-Mecer,” kata Burnizar.
Ketika musik mulai bergoyang, puluhan ribu massa terus bergoyang. Evi Tamala, artis ibu kota juga mengajak masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada Akil-Mecer. “Siap apa tidak untuk memilih Akil-Mecer? Siap mencoblos nomor tiga?” tanya Evi, melalui pengeras suara. “Kami pasti memilih Akil-Mecer. Kami pasti coblos nomor tiga,” sahut massa yang hadir dalam kampanye tersebut.

Usai berkampanye di Teluk Keramat, Akil melanjutkan perjalannya menuju Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Jawai. Di Jawai, Akil juga melakukan kampanye terbuka. Sama halnya kala berkampanye di Teluk Keramat, puluhan ribu jiwa tumpah ruah menghadiri kampanye tersebut. Yel-yel dan seruan ‘hidup Akil-Mecer terus membahana di seantero Kecamatan Jawai. Mereka sepakat akan mendukung ‘Sang Pejuang’ Akil-Mecer maju sebagai gubernur dan wakil gubernur Kalbar.


Dengan bersemboyankan ‘satukan langkah lakukan perubahan’.
Massa di Sekura, berbeda dengan massa di Jawai. Akil tak perlu membawa massa di Sekura untuk datang ke Jawai. Dia memang sangat populer di Sambas. Massa dengan kesadaran penuh mendukungnya. Itulah pasangan dengan nomor urut 3, Akil-Mecer.□



Foto AMC

Sunday, November 4, 2007

Asa Bagimu ‘Sang Pejuang’

Wong Cilik Tumpahkan Harapan

Andry
Borneo Tribune, Sambas

Sejuta asa tertuju pada ‘Sang Pejuang’Akil-Mecer. Secercah harapan mulai tumpah seraya membanjiri gerbong perubahan untuk segera menyatukan langkah lakukan perubahan di bumi Borneo Barat. Jeritan dan tangis rakyat tak sanggup untuk ditepiskan. Penderitaan rakyat tak mungkin dibiarkan tergerus seiring sombongnya detakan waktu penantian. Besar harapan mereka padamu ‘Sang Pejuang’. Agar secepatnya melakukan perubahan. Demi derita yang tak kunjung padam.

Di balik gemuruhnya genderang kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar yang telah ditabuh sejak 29 Oktober, lalu. Seiring pula meriahnya pesta akbar demokrasi 15 November mendatang. Tersirat sejuta asa dan harapan dari ‘wong cilik’ yang tertuju kepada Sang Pejuang. Aling (23), dara Pemangkat keturunan Tionghoa memberikan harapannya pada Akil-Mecer. “Supaya Pemangkat lebih maju,” katanya. Sama halnya dengan Anita (36), pramusaji hotel Pantura Jaya. “Pak Akil. Tolong be perjuangkan nasib kite-kite. Kite semue di sito’ pasti mileh nomor tige,” kata Anita dengan logat khas Sambas.

Lain halnya dengan Indrayadi (29). Seorang kuli bangunan di Kota Sambas. Siang itu, ia bertelanjang dada dan mempertontonkan tubuhnya yang legam terbakar matahari. “Kite mengharapkan Pak Akil, bise menyediakan lapangan pekerjaan untuk kite-kite,” kata Indradi. Begitu pun dengan Rudi (19) yang berprofesi serupa. Ia mengatakan, “Terserah kate Pak Akil. Yang penting kame’ ndaan susah mencare’ makan. Ito’ aja’ be,” paparnya.

Sementara itu, para pedagang kaki lima yang berjualan di dalam lapangan bola Gabsis Sambas, kala Akil melangsungkan kampanye terbuka, juga tak mau ketinggalan menyampaikan keinginan mereka pada ‘Sang Pejuang’.

Arifin (54) mengatakan, ia mempercayakan sepenuhnya kemajuan Kalbar di tangan Akil-Mecer. “Ape aja’ boleh yang penting Kalbar bise maju. Ito’ aja be,” tuturnya. Sama halnya dengan Ango (47), yang merupakan istri Arifin. Ia menuturkan, “Rakyat kecil harus diperhatikan. Sambas harus diperhatikan jua,” katanya.

Nek Aki Amat (63), mantan penambang sampan yang biasa mangkal di bibir sungai Keraton Sambas mengatakan, “Pak Akil orang muda yang cerdas dan patuh akan janji-janji. Dia sering mengunjungi Sambas dan daerah lainnya, untuk menyerap sembari mendengarkan beragam keluhan rakyat kecil. “Saye mendukungmu Pak Akil Mochtar. Perjuangkanlah nasib urang-urang kite,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca menahan keharuan.

Begitu juga dengan harapan A Liau (47), pemilik warung kopi di pasar Sambas. Ia tak banyak menaruhkan harapan. “Yang penting daerah ini aman. Ndaan usah ade kerusuhan age’,” katanya. Lain halnya dengan Jumri (25), tukang parkir di seputaran lapangan Gabsis. Ia berharap agar Akil-Mecer dapat memperhatikan sekaligus membuka peluang pekerjaan, bagi orang-orang yang se-profesi dengan dirinya.

“Tolong Pak Akil. Berikan kami pekerjaan. Apa saja. Yang penting kami bisa mendapat penghasilan tetap setiap bulannya,” harapnya.

Begitu banyak warga mengharapkan keinginan mereka pada Akil dan Mecer. Warga tahu, dengan dua orang itulah harapan mereka bakal terwujud.□

Foto AMC