Thursday, November 1, 2007

Silaturahmi di Keraton Surya Negara

Silaturahmi di Keraton Surya Negara

Andry
Borneo Tribune, Sanggau

‘Sang Pejuang’ pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar, nomor urut 3, HM. Akil Mochtar dan Drs. AR Mecer menyempatkan diri bersilaturahmi dengan sesepuh dan kerabat keraton Surya Negara, beserta masyarakat Sanggau di hari kedua kampanye mereka di zona tiga, Rabu (31/10) kemarin.

Pukul 08.35 WIB, Akil-Mecer tiba di muka masjid Jami’ Sultan Ayub. Kedatangan mereka disambut antusias warga. Masyarakat pun tumpah ruah menyaksikan kehadiran dua orang calon pemimpin Kalbar. Yang menyambangi kampung halaman mereka.

Lantunan Hadra ditabuh mengiringi ’Sang Pejuang’. Keduanya berjalan kaki menuju keraton. Penuh dengan kesederhanaan. Akil-Mecer disambut upacara kenegaraan dan tepung tawar. Rangkaian bunga dikalungkan warga keraton. Keduanya merupakan tamu agung keraton Surya Negara. Begitu pun ketika menaiki tangga keraton. Ketua Keraton Surya Negara, Drs Gusti Arman MSi, beserta para sesepuh keraton menyambut kedatangan keduanya. Hadir juga sejumlah pemuka masyarakat di Kabupaten Sanggau.

”Tanam beringin tumbuh gaharu. Bibit salak beli di pasar. Kalau ingin gubernur baru, pilih saja Pak Akil Mochtar,” kata sesepuh keraton dengan berpantun.
Akil pun menjawabnya dengan sebuah pantun. ”Pohon beringin berhias jamur. Jambangan indah bersimpang tiga. Kalau ingin pilih gubernur, jangan lupa yang nomor tiga,” kata Akil. Seketika, masyarakat menyambut riuh dengan tepukan.

Akil menegaskan telah melakukan kunjungan ke 1.300 desa dari 1.400 desa, di seantero Kalbar. Kunjungannya itu dilakukan dalam rangkaian kepeduliannya pada masyarakat Kalbar, yang telah memilihnya selama dua periode. Hal itu dilakukannya, guna mengetahui kondisi nyata dari masyarakat Kalbar. Alhasil, kata Akil, ternyata rakyat Kalbar banyak yang hidup dalam kemiskinan dan kebodohan. Kondisi itu semakin diperparah dengan minimnya sarana dan prasarana. Yang dapat menunjang tingkat kesejahteraan bagi masyarakat. Misalnya, infrastruktur jalan yang rusak atau kurang representatif. Bangunan sekolah tidak layak pakai, karena terlalu tua dan tidak terawat. Pelayanan rumah sakit yang tidak berpihak kepada masyarakat.

”Semua mesti diperjuangkan. Semua mesti berpihak kepada rakyat. Jika memang ingin berubah dan maju,” kata Akil dengan nada lantang.

Akil menegaskan, Kalbar perlu pemimpin cerdas, bila hendak bergerak dan meraih kemajuan di beragam sektor. Seperti, di bidang politik, ekonomi, budaya dan bidang-bidang lainnya. Namun, ia mengembalikan pilihan masyarakat sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing. ”Jika masyarakat memberikan kepercayaan kepada kami berdua, tentu amanah itu akan kami jaga. Dan kami pasti berjuang keras untuk rakyat Kalbar. Sekali lagi, hal itu sepenuhnya bagi rakyat untuk menentukan pilihannya,” kata Akil.

Calon gubernur dan wakil yang diusung delapan partai ini sepakat, untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik, di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan. Masyarakat bisa melihat kondisi Kalbar, saat ini. Kalau masyarakat ingin perubahan, tentu tahu siapa yang akan dipilih. ”Secara pribadi, saya sudah lama kenal Akil Mochtar. Kalau Pak Mecer, pernah jadi guru matematika saya, sewaktu SMA. Inang (jangan, red) lupa nomor tiga. Kalau ingin perubahan, coblos nomor tiga," kata Gusti Arman dengan bahasa Melayu Sanggau.

Kampanye dialogis ini berlangsung akrab dan hangat. Akil menilai keraton adalah aset budaya yang harus diperhatikan. Apalagi sudah ada produk hukum yang mengakomodirnya. ”Sudah sepantasnya keraton sebagai pusat kebudayaan menjadi perhatian. Ini aset bangsa yang menjadi sebuah sejarah peradaban. Pelestarian benda-benda yang menjadi aset keraton harus dilakukan," pungkas Akil Mochtar.□
Foto AMC

Kampanye Terbuka Zona III

Kampanye Terbuka Zona III

Andry
Borneo Tribune, Sanggau

Sekitar tiga ribu massa menyemut di lapangan bola Gelora Pancasila yang terletak di kawasan Sanggau Permai, menyaksikan kampanye terbuka pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut 3, HM. Akil Mochtar, SH, MH dan Drs. AR Mecer. Biduan kondang ibukota, Iis Dahlia dan Ria KDI, turut larut menggemparkan Sanggau dengan lantunan dangdutnya. Hadir Ketua Koalisi ’Rakyat Kalbar Bersatu’, Drs. Silvianus Sungkalang, berserta rombongan AMC dari Pontianak, Rabu (31/10) kemarin.

Sanggau bukan daerah baru bagi Akil. Semasa menjadi pengacara, pada 1990-an, ia sering bolak-balik Pontianak-Sanggau. Akil juga sering membantu masyarakat Sanggau yang kurang mampu, dan tidak bisa membayar pengacara ketika berperkara. Dengan sukarela, Akil membantu warga terpinggirkan ini. Akil tak pernah menentukan berapa bayarannya. Bahkan, banyak orang yang ditolongnya, tanpa ia minta bayaran seperser pun. Karenanya, masyarakat Sanggau sudah kenal dan dekat dengan dirinya sejak dulu.

Itulah kepedulian Akil pada masyarakat lemah dan terpinggirkan. Dia sangat peduli dengan masalah keadilan. Tak heran bila masyarakat menjulukinya ”Sang Penjuang”.

Pukul 10.40 WIB, duet Akil-Mecer dan rombongan tiba di lokasi kampanye. Yel-yel meneriakkan Akil ‘Sang Pejuang’ seakan menggerayangi setiap jengkal lapangan itu. Sayup-sayup terdengar pula lantunan lagu ’Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya. Akil-Mecer siapa yang punya, yang punya kita semua’. Massa yang datang menyambut mesra kedatangan calon pemimpin mereka.

"Nomor satu dibuka. Nomor dua dilihat. Nomor tiga ditusuk. Ingat nomor tiga ditusuk. Nomor empat dilipat, lalu masukan dalam kotak suara," seru ‘Sang Pejuang’ Akil Mochtar, saat berada di atas pentas seraya melambaikan tangan.

Akil mengaku nuraninya terpanggil untuk maju sebagai calon gubernur, pada pesta akbar demokrasi 15 November mendatang. Ia ingin mensejajarkan Kalbar, seperti daerah maju lainnya di Indonesia. Hatinya trenyuh melihat Kalbar yang berada di peringkat ke-28 dari 33 provinsi di seantero Indonesia. Manakala berbicara tentang kemajuan dan tingkat pendidikan. “Saya dan Pak Mecer, akan berjuang keras untuk merubah nasib daerah kita kearah lebih baik. Berilah kami kesempatan untuk melakukan itu,” seru Akil dengan nada lantang.

Pun begitu dengan AR Mecer. Bapak Credit Union (CU) ini, bertekad mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan. Sudah puluhan tahun Mecer mengembangkan gerakan CU di Sanggau. ”Sudah banyak anggotanya yang sejahtera. CU memberdayakan ekonomi masyarakat tanpa membedakan asal usulnya," kata Mecer.

Bapak yang senantiasa bersikap sederhana ini, memberikan contoh di negara Korea. Yang program CU-nya berkembang dengan pesat. Sehingga tidak hanya memberikan kontribusi terhadap anggotanya saja, melainkan negara juga kecipratan dampak kemajuan tersebut. ”Berilah kami kesempatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kalbar,” kata Mecer.

Mantan dosen matematika ini juga merasa terpanggil nuraninya, untuk berbuat yang terbaik bagi daerahnya. ”Saya dan Pak Akil akan bersama-sama berjuang keras demi rakyat Kalbar. Mudah-mudahan rakyat memberikan kesempatan bagi kami, untuk berbuat,” ujar Mecer.

Sedangkan Akhmadi, ketua DPD Persatuan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Kalbar menambahkan, "Warga transmigrasi di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Sanggau, jangan lupa nanti pada 15 November datang ke TPS dan mencoblos calon nomor urut tiga. Pilih Akil-Mecer."

Suasana semakin semarak, kala Iis Dahlia dan Ria KDI mendaulat Akil-Mecer untuk berjoget bersama di atas pentas. Tidak hanya itu, Akil ’Sang Pejuang’ juga melantungkan dua buah lagu. Lagu dangdut, Jatuh Bangun. Lagu God Bless, Rumah Kita. Lagu Rumah Kita merupakan lagu favorite Akil. Lagu itu menunjukkan rasa cintanya yang dalam pada daerah yang membesarkannya, Kalimantan Barat.

Usai berkampanye di Lapangan Sepakbola Gelora Pancasila, pasangan yang mengusung perubahan ini, langsung berangkat menuju Sebuduh di Kecamatan Kembayan. Di sini, keduanya kembali bertemu masyarakat di daerah perbatasan.

“Kita akan membangun kawasan perbatasan ini menjadi kawasan yang benar-benar maju. Jangan lagi hanya sekedar untuk berkunjung saja,” kata Akil.

Menurutnya, sudah banyak pejabat datang ke daerah perbatasan. Tapi tidak kunjung dibangun. ”Pada masa mendatang, semua warga perbatasan harus menikmati pembangunan sehingga lebih maju,” kata Akil di hadapan 200 masyarakat yang hadir dalam kampanye dialogis tersebut.□
Foto AMC